Breaking News

Jadilah Kolomnis Kanal73

Ruang untuk gagasan Anda tentang berbagai hal, seperti permasalahan sosial, politik, ekonomi, pendidikan atau budaya.

Model Pembelajaran Abad 21 PhET Simulation

Model Pembelajaran Abad 21 PhET Simulation
Penulis bersama Prof Ariel

BERAWAL dari keresahan guru, saat ini, yang ingin mengikuti tuntutan perkembangan zaman agar dikatakan sebagai guru zaman now. Maka melek literasi digital menjadi sesuatu yang tak bisa dipungkiri.

Jika guru serius ingin meng-upgrade kemampuan pedagogiknya, maka ia akan mencari berbagai macam info di mesin pencari informasi seperti Google. Jika ingin siswa berliterasi tentunya harus dicontohkan oleh guru terlebih dahulu.

Update kompetensi pedagogik tidak melulu harus mengikuti diklat. Jika bersungguh-sungguh maka akan dijumpai banyak cara mendapatkan ilmu tersebut. Semuanya berawal dari niat. Niat ingin memberikan pelayanan terbaik bagi siswa. Dan, bermanfaat bagi dunia pendidikan tentu amat mulia. Dan, jangan lupa semua akan sia-sia jika ilmu yang diperoleh tidak di praktekkan langsung di dalam kelas.

Maka wajib bagi guru terus berlatih mengasah kompetensi pedagogiknya di dalam kelas. Melakukan refleksi pasca pembelajaran secara mandiri bisa menaikkan level kemampuan pedagogik guru. Membuat angket kepuasan siswa terhadap penyajian pembelajaran yang dilakukan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Sehingga guru bisa menganalisis kelemahan dan kekuatan pembelajaran yang telah dilakukan serta terus memperbaikinya.

Segala sesuatu akan menjadi mudah jika dibiasakan. maka biasa melakukan refleksi merupakan tindakan yang luar biasa bagi guru yang tidak biasa. Anda tentu tak ingin dikatakan sebagai guru biasa-biasa saja bukan? Karena fastabiqul khairat menjadi seorang guru merupakan amalan jariyah yang tak ada putus-putusnya.

Kesuksesan seorang siswa disadari atau tidak amat dipengaruhi oleh kepribadian/personality  gurunya. Diri kita yang menjadi sekarang ini saja awalnya dari sosok yang kita dapati  ada pada guru kita. merekalah yang menginspirasi kita menjadi seperti sekarang ini. Maka menjadikan diri kita memiliki karakter kepribadian guru yang kharismatik dengan penguasaan materi dan kempetensi pedagogik yang mumpunil menjadi mimpi setiap guru. Untuk itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu latihan terus menerus.

Salah satu model pembelajaran yang mampu menambah kemampuan pedagogik guru dan sedang digandrungi dunia saat ini adalah PhET Sim. Model ini didirikan pada tahun 2002 oleh peraih Nobel, Carl Wieman.

Proyek ini merupakan proyek simulasi interaktif yang dilakukan di university of Colorado Boulder. Simulasi yang disediakan PhET sangat interaktif mengajak siswa belajar dengan cara mengeksplorasi langsung fenomena-fenomena fisis, berbasis riset yang diberikan secara gratis.

Seperti halnya laboratorium virtual animasi yang disajikan mampu menstimulus siswa berpikir dan mengkonstruksikan konsep terhadap fenomena yang disajikan. Simulasi yang ada pada PhET menekankan pada model visual, hubungan sebab-akibat, dan beberapa representasi yang dikembangkan seperti permainan sehingga siswa dapat mengeksplorasinya sambil bermain.

PhET adalah salah satu alat bantu yang bisa dimanfaatkan guru zaman now untuk melatih kecakapan abad 21 siswa. Beruntung bagi guru magang Luar Negeri yang ditempatkan belajar di Nagoya University Jepang. salah satunya berasal dari Aceh Besar yakni Mira Fitriana Mereka langsung dilatih oleh Prof. Ariel J Paul dari Universitas Colorado Amerika. Ia merupakan salah satu pembuat aplikasi Sim yang ada di PhET.

Pada mulanya PhET ini ditujukan untuk guru Fisika dengan maksud memudahkan guru fisika ketika menjelaskan konsep yang biasanya dilakukan dengan praktikum menggunakan KIT Fisika. Namun disadari bahwa tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai juga antisipasi akan kecelakaan yang terjadi saat praktikum karena berhubungan dengan arus listrik dan lain sebagainya maka diciptakanlah suatu program simulasi yang dilakukan dengan komputer. Lahirlah banyak SIM untuk mapel Fisika.

Seiring bertambahnya waktu dan keluasan jangkauan pengguna PhET ini maka kini SIM yang ada pada PhET juga sudah mencakup Matematika, Kimia, Biologi, dan Kebumian. Saat ini Ada sekitar 140+ simulations & 1600+ sim-based lessons. Keseluruhan pembuatan Sim ini berbasis penelitian dan sudah teruji penggunaannya dan yang paling penting semua sim yang ada gratis /Open education resources. Program yang dipakai untuk menjalankan sim pada phet adalah Java, Flash, dan HTML

Guru akan sangat terbantu dengan adanya program simulasi ini. Apalagi guru di daerah terpencil yang terbatas sarana dan prasarananya. cukup satu kali mendownload berbagai SIM yang ada di PhET dan menyimpannya di komputer sekolah  maka siswa dapat menggunakannya tanpa harus online. Alamat untuk mengakses sim Phet adalah http://phet.colorado.edu.

Bagi guru zaman now yang ingin melatih kecakapan abad 21 siswa yakni 4C dan HOTS maka SIM PhET merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat. Siswa akan aktif dan senang belajar karena konten yang ada pada sim menstimulus rasa ingin tau dengan fitur-fitur yang menarik.

Guru bisa melakukan inkuiri terbimbing lewat LK (lembar kerja) yang dibuat sebelumnya. berdasarkan LK yang ada siswa akan mengeksplore SIM untuk bisa menjawab pertanyaan guru., untuk itu guru harus menguasai SIM pada PhET terlebih dahulu sebelum menyajikannya pada siswa.

Dengan menguasai SIM guru akan mudah membuat LK lewat pertanyaan yang menantang atau menggugah rasa ingin tau siswa selanjutnya tentu mereka akan melakukan penyelidikan di dalam SIM. Sebagai tips ketika membuat LK usahakan Singkat, jelas dan padat. Idealnya, 1-2 halaman untuk kelas 45 menit. Pedoman bagaimana membelajarkan siswa menggunakan sim bisa diakses di http://phet.colorado.edu/en/teaching- resources/usingPhetInLecture.

Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Duta Sains PPPPTK IPA maka Mira Fitriana telah membagikan model pembelajaran ini pada diklat Instruktur Biologi yang diikuti oleh instruktur Biologi dari 23 kabupaten yang ada di Aceh di Hotel OASIS Banda Aceh yang berlangsung selama 4 hari pada tanggal 16-19 mei 2019 . Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini

20190522-foto-1

Terlihat pada gambar antusiasme peserta dalam mensimulasikan model pembelajaran menggunakan Sim ini. Adapun langkah pembelajarannya:

1.     Demonstrasi / Visualisasi dalam pembelajaran

2.     Penyelidikan (eksperimen virtual)

3.     Diskusi Interaktif dengan Prediksi

4.     Ditambah dengan Tes Konsep dan Peer Instrukstion

5.     Demo interaktif

 “Peer Instruction “dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1.   Guru menampilkan sebuah pertanyaan, setiap siswa diminta menunjukkan jawabannya dengan mengacungkan kertas yang mempunyai kode warna tertentu

2.   Siswa diminta untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebangku

3.   Siswa diminta lagi mengacungkan jawabannya hasil dari diskusi

4.   Guru mengkonfirmasi jawaban siswa hasil diskusi

5.   Guru menverifikasi jawaban berdasarkan simulasi

Harapannya para instruktur yang telah mendapatkan ilmu mengenai ini bisa mengimbaskannya pada rekan di sekolah asal dan MGMP di kabupatennya sehingga bisa lebih banyak lagi guru-guru di Aceh terutama guru sains yang membelajarkan siswa menggunakan model pembelajaran abad 21 ini. Sehingga, mutu pendidikan Aceh terus menggeliat jika saat ini telah naik 8 tingkat perolehan nilai UN dibanding 2018 maka di 2020 semoga bisa merambah ke tingkatan yang lebih tinggi lagi. Aamiin ya rabbal alamiin....

* Mira Fitriana S.Si, guru SMA Negeri Modal Bangsa

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi!

Komentar

Loading...